BATIK SEMARANG

BATIK SEMARANG

Asal kata “Semarang”

Konon diceritakan pada akhir abad 15, seorang Pangeran dari Kesultanan Demak yang bernama Made Pandan pergi mencari daerah baru untuk menyebarkan ajaran Agama Islam.

Sampai akhirnya sampailah dia ke daerah bernama Bergota (yang menjadi cikal bakal kota Semarang). Di sana Pangeran Made Pandan dibantu anaknya yang bernama Raden Pandan Arang mendirikan sebuah pesantren.

Tak lama setelah itu, tanah di daerah tersebut menjadi subur, dan tumbuhlah pohon asam (ASEM) yang tumbuhnya jarang/langka (ARANG) lalu kemudian disebut Asem Arang.

Maka dari itu, lama kelamaan daerah tersebut kemudian lebih dikenal dengan sebutan Semarang.

Batik Semarangan identik dengan bangunan-bangunan yang menjadi landmark Kota Semarang sendiri, salah satunya adalah Gereja Blenduk – yang berupa bangunan berarsitekur Neo-Klasik dan dibangun pada tahun 1753.
Gereja ini berlokasi di Jalan Letjend Suprapto No 32 Kota Lama – Semarang dan bernama Gereja GPIB Immanuel.

(s0urce : https://www.facebook.com/berbatiklurik)

Share this post

Beri Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. (*) Wajib Diisi